10 Kota Paling Dingin di Indonesia, Yang Menyimpan Sejuta Pesona

Posted by in Traveling Tags: on 9 February, 2017 0 comments

Kebanyakan kota di Indonesia yang beriklim tropis, entah besar atau pun kecil, dikenal dengan keadaan udaranya yang cenderung panas. Surabaya misalnya, pukul 09.00 pagi saja udara sudah terasa amat menyengat. Selain itu, banyaknya bangunan tinggi dan kendaraan juga menyumbang panasnya udara pada suatu kota. Namun ada beberapa kota yang dikenal sangat dingin, bahkan bikin kita bisa bergidik.

tempat terdingin

Kota-kota ini tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Beberapa kota telah kita kenal, namun lainnya mungkin terdengar asing. Berikut 10 kota-kota di Indonesia yang dikenal sangat dingin hingga kita butuh selimut tebal jika tinggal di sana.

1. Mulia, Puncak Jaya, Papua

Mulia adalah sebuah kota kecil di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kota ini terletak pada ketinggian 2.448 meter dari permukaan laut. Sebuah kota pegunungan dengan udara yang super dingin. Mulia dikenal sebagai salah satu daerah konflik di Papua. Di kota ini sering terjadi bentrok hingga suara tembakan adalah hal yang biasa di sana.

Mulia, Puncak Jaya [image source]

Mulia, Puncak Jaya [image source]

Meski kota kecil di daerah pegunungan, Mulia memiliki satu bandara kecil. Hanya pesawat jenis Caravan yang bisa digunakan untuk mencapai darah ini. Pesawat Caravan biasanya hanya berisi 9 orang saja, penerbangan sekitar satu jam dari Jayapura dan harus melewati sela-sela gunung. Perlahan-lahan Mulia mulai terkena modernisasi, hal ini ditunjukkan dengan mulai banyaknya kantor-kantor pemerintahan, jalan-jalan aspal dan infrastruktur seperti PLTA meski masih minim. Tertarik pergi ke Mulia?

 

2. Waghete, Deiyai, Papua

Saat tengah hari, suhu udara di Waghete adalah 15 derajat Celcius. Sedangkan malam hari bisa mencapai suhu hingga 10 derajat Celcius. Bisa dibayangkan bagaimana suhu di kota kecil yang terletak di Kabupaten Deiyai, Papua ini. Rata-rata udara di kota besar Indonesia mencapai 32-35 derajat Celcius saat siang. Di Waghete, kita benar-benar tidak akan merasakan panasnya udara seperti di sebagian besar lokasi di Pulau Jawa.

Masyarakat Waghete [image source]

Masyarakat Waghete [image source]

Waghete memiliki satu banda udara kecil yang digunakan sebagai lokasi pendaratan pesawat sipil dan militer. Transportasi sebenarnya bisa menggunakan jalur darat namun memakan waktu lama dengan jalan yang tidak terlalu bagus. Untuk itulah banyak warga yang menggunakan jasa pesawat untuk membeli barang ke kota besar. Halini mengakibatkan harga kebutuhan pokok di Waghete kian melonjak.

Bandar Udara, Waghete [image source]

Bandar Udara, Waghete [image source]

Tingkat pendidikan di kota kecil dengan ketinggian rata-rata 2.200 meter ini tergolong rendah. Hanya ada 3 jenjang sekolah dari TK, SD, hingga SMK. Semuanya dikelola oleh organisasi keagamaan. Sekolah negeri dari pemerintah belum menjangkau daerah yang dahulu juga sering terjadi konflik ini. Sungguh miris.

Silahkan Klik Halaman Selanjutnya : Klik Next >>

Pages:  1 2 3