Online Shop For Winter Wear

Archives

Musim Dingin di Gunung Manin

Dalam lima tahun terakhir saya sangat menikmati tinggal di kota Daejeon, Korea Selatan. Kota nomor lima terbesar di Korea Selatan ini relatif lebih sepi dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Seoul dan Busan. Kota berpenduduk 1.5 juta ini adalah “Silicon Valley”nya Korea. Banyak universitas, pusat penelitian, dan juga wisata alam. Kota Daejeon dikelilingi oleh banyak gunung.

Setiap akhir minggu saya sempatkan untuk pergi hiking di beberapa gunung di kota ini. Selain saya suka dengan alam, hiking di Korea adalah olahraga yang sangat populer. Hiking atau naik gunung di sini, jangan dibandingkan dengan di Indonesia. Hiking atau naik gunung relatif sangat mudah dan aman di Korea Selatan. Bukit atau gunung tidaklah setinggi gunung-gunung di Indonesia. Rata-rata sekitar 700 – 1,200 meter dari permukaan laut.

Memang sangat menyenangkan jika kita dapat pergi hiking atau naik gunung dengan teman-teman. Namun demikian jika kita tidak ada teman, kita bisa pergi hiking sendiri. Kita dapat membuat teman di sana. Pada musim gugur yang berlangsung dari bulan September sampai November setidaknya saya sudah hiking ke empat gunung yaitu Gunung Seorak, Gunung Daedun, Gunung Bomun, dan Gunung Manin. Pada akhir minggu ini, Sabtu, 22 November saya kembali lagi ke Gunung Manin.

14167178881596998476

Kali ini saya pergi bersama dengan empat puluh mahasiswa di kampus saya SolBridge International School of Business, Universitas Woosong. Saat ini sering kali saya diminta oleh pihak kampus untuk menjadi pemandu jika harus naik gunung khususnya bagi mahasiswa asing. Saya pun sangat menikmati hal ini. Kadang-kadang memang sedikit ‘aneh’ karena saya orang asing tetapi mengenalkan Korea kepada mereka.

Gunung Manin terletak di kota Daejeon tepatnya di daerah Geumsan. Dari pusat kota Daejeon Anda bisa naik bus kota seharga KRW 1,200. Perlu waktu kurang lebih empat puluh menit untuk sampai di kaki gunung Manin. Tinggi gunung Manin hanya sekitar 537 m dari permukaan laut. Kata Manin sendiri berarti tinggi. Dari bawah gunung sampai ke puncak gunung perlu waktu sekitar dua sampai tiga jam. Ada beberapa rute di sana tetapi yang paling umum biasanya kita harus berjalan kurang lebih 2 km sampai puncak. Luas gunung Manin diperkirakan sekitar 182 hektar.

14167179561364237386

Kami berangkat dari Daejeon dengan bus sekolah pada pukul delapan pagi. Suhu udara berkisar antara 12 derajat celcius pada pagi hari tersebut. Di Korea kita sudah terbiasa melihat ramalam cuaca sebelum kita berangkat naik gunung. Hal ini karena akan membuat perjalanan kita lebih menyenangkan. Beberapa mahasiswa asing terutama dari Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lain tidak terbiasa dengan hal ini. Sesudah tinggal di Korea akhirnya mereka terbiasa dengan hal ini.

Tepat jam 08:45 kami sudah sampai di depan pintu masuk Gunung Manin. Suasana masih sangat sepi ketika kita sampai di sana. Hanya ada beberapa para pendaki yang kami temui di sana. Mungkin kami terlalu pagi. Sesampainya di sana kami mulai mendaki Gunung Manin. Di depan pintu masuk gunung ada danau buatan. Di sini pengunjung dapat melihat dan menikmati keindahan Gunung Manin jika mereka tidak mau mendaki.

Saya dan beberapa mahasiswa asing dari Indonesia, Rusia, China, dan Norwegia memutuskan untuk mengambil rute yang sedikit jauh. Beberapa mahasiswa memilih rute yang singkat. Hari itu cuaca benar-benar sangat bagus. Langit biru dan udara begitu segar. Musim gugur di Korea baru saja selesai dan saat ini cuaca sangat dingin karena sudah memasuki musim dingin. Akhirnya pendakian dimulai.

1416718033197437030

Salah satu hal yang saya sukai berinteraksi dengan mahasiswa asing adalah kita bisa bertukar pengalaman tentang negara kita masing-masing dengan mereka. Mahasiswa Rusia mengatakan bahwa musim dingin di Korea tidak sedingin di Rusia bahkan saat ini di Rusia sudah minus 30 derajat. Sama dengan di Norwegia bahwa sekarang sudah berlangsung musim dingin. Mengobrol dengan mahasiswa ini juga dapat mengenalkan pariwisata Indonesia.

Daun-daun musim gugur berserakan di mana-mana. Trail atau jalanan nampak tidak terlihat karena dipenuhi oleh daun-daun kering. Bagi saya dan mahasiswa dari Indonesia pemandangan ini adalah pemandangan yang sangat indah. Pemandangan seperti ini hanya ada di musim gugur. Kami sempatkan untuk beristirahat dan tiduran untuk mengambil gambar bersama-sama. Kadang-kadang kita juga bermain dengan menerbangkan daun-daun tersebut. Suasana begitu riuh ketika angin dengan kencang menerbangkan daun-daunan tersebut.

Sesudah berjalan kurang lebih satu jam kami akhirnya sampai di puncak. Pemandangan sangatlahmenajubkan. Gugusan gunung-gunung dikejauhan membuat layaknya sebuah lukisan alam. Pemandangan seperti inilah yang paling saya suka. Beberapa daun juga nampak masih belum gugur dan warnanya masih berwarna-warni. Setelah beristirahat sejenak kami akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menuju ke ‘temple’. Sangat umum di Korea di gunung ada ‘temple’. Biasanya orang beristirahat atau berdoa di sana.

14167180981268387207

Tidak terasa bahwa kami sudah hiking selama dua jam. Kami kemudian memutuskan untuk kembali ke danau Manin untuk makan siang. Di tempat ini para pengunjung dapat menikmati Hotteok, makanan tradisional Korea yang sangat terkenal di sini. Di dalam Hotteok ada chinamon/gula merah. Kami semua merasa kangen dengan Indonesia. Sambil menikmati makan siang kami dapat mendengarkan ‘live’ musik yang dibawakan oleh pemusik Korea.

Sekali lagi angin bertiup dengan kencang dan menerbangkan daun-daun. Suasana seperti ini menjadi sangat romantis. Setelah beristirahat kurang lebih satu jam kami semua akhirnya kembali ke Daejeon. Selamat menyambut musim dingin di Korea Selatan.

Source : www.kompasiana.com

Dingin di Kanada – Dedaunan mulai berganti warna. Pun suhu sudah naik turun. Kadang 30, kadang 6 ???? Dan saya pun mulai menggeser perlahan baju-baju musim panas dari lemari. Bahkan saat saya membersihkan rak sepatu, kata suami, “Itu sepatu summer aku belum pernah dipake!!” ????????

Yayaya… mari kita bersiap-siap menyambut musim dingin yang katanya bakalan lebih dingin dari tahun lalu.???? Tahun lalu maksimal -26 (feels like -41) aja kok ????

Musim dingin tahun lalu, salju bertahan dari Desember sampai April. Nah, karena disini selama musim dingin banyak hal yang bisa dilihat dan dinikmati, maka kita perlu persiapan ????

WhatsApp Image 2017-09-22 at 09.22.29

Menikmati Musim Dingin Di Kanada

  1. Base Layer
    Pelapis yang menempel di badan, alias baju dalam ini ada yang menyebutnya long john, second skin, atau long underwear. Pilih base layer yang paling nyaman dikenakan. Saya pernah bertanya, bahan apa yang sebaiknya dipilih untuk base layer? Jawabannya adalah yang berbahan alami seperti merino wool. Tapi memang harganya uwow sih ????????????. Kalo ga ada, yang sintetis pun tak apa.
    PS: benda ini jarang-jarang diskon. Kalo mau dapet harga ‘miring’, rajin2lah cek toko sebelah ????
  2. Mid layer
    Di tulisan saya yang lain, saya menyebutnya fleece (karena kebiasaan aja, meskipun fleece hanyalah salah satu jenis kain yang biasa dipakai sebagai mid layer). Lapisan ini berfungsi sebagai ‘penghangat’ badan (mencegah panas dari tubuh untuk keluar, dan menghalangi dingin dari luar untuk masuk ke badan)
    Mid layer ini bisa dari bahan fleece ataupun yang lightweight down/synthetic.
  3. Outer layer
    Lapisan terluar ini fungsinya untuk melindungi kita dari angin, hujan air dan salju. Jadi, perlu banget buat punya jaket yang breathable & punya lapisan anti air.
    Bentuknya bisa bermacam-macam bergantung kebutuhan dan selera. Ada yang suka coat panjang/parka, atau kalau saya lebih memilih yang pendek ala ski jacket.
  4. Sepatu boots
    Saya membawa winter boots jaman saya sekolah dulu. Tapi berdasar pengalaman musim dingin tahun lalu, boots tersebut kurang cocok untuk dikenakan di Cikebek. Dengan kondisi salju yang menumpuk dan awet, plus kami suka sepedaan selama winter.
    Memang sih, kalau hanya hujan salju, masih bisa dipakai. Tapi kalau untuk berjalan seharian di salju lalu keluar masuk ruangan untuk menghangatkan badan, maka salju meleleh dan airnya tertahan di dalam. Walhasil pas keluar dari ruangan, kaki saya terasa beku ????????
    Jadi, penting buat punya sepatu boots yang tahan air. Bisa yang dilapisi karet ataupun yang berbahan kulit. Selain itu, pilih sepatu boots yang gripnya bagus supaya tidak mudah terpeleset (maklum ya, kadang kalo udah ada lapisan es, jalanan jadi super-licin).
    WhatsApp Image 2017-10-08 at 11.16.22
  5. Celana winter/snow pants
    Kalau ingin berlama-lama di luar, pastikan paling tidak punya 1 celana winter. Bentuknya emang lempeng, jauh dari modis kalo buat pepotoan ????. Tapi percayalah, saat suhu -26, kulit tropis ga akan berdusta. Jangan terintimidasi sama mbak-mbak yang lahirnya di kutub utara. Meski suhu -26, tetep pake rok pendek atau celana panjang yang sobek-sobek ????
  6. Sarung tangan
    Nah, karena kami sering bersepeda, sarung tangan ini menjadi benda yang super penting. Bagian tangan rasanya paling banyak terpapar dingin. Kadang saya pakai 2 lapis, fleece dan sarung tangan.Seperti juga perlengkapan yang lain, bahannya juga yang water & windproof. Bentuknya bisa yang berjari (glove) atau yang bulat tanpa jari (mitten). 
    Saya lebih suka yang mitten karena rasanya lebih hangat & nyaman ????WhatsApp Image 2017-10-08 at 11.21.48
  7. Topi/kupluk/tuques
    Kupluk yang bawa dari Indo (yang rajut ala-ala), ternyata kurang maksimal disini ???? Perlu pelapis supaya tidak terlalu dingin. Tapi kan agak ribet ya kalau harus mengenakan 2 lapis topi.
    WhatsApp Image 2017-10-08 at 11.16.22 (1)
    Ternyata, dari pengalaman kami, lebih nyaman mengenakan topi dari bahan wool. Pastikan kupluk menutup telinga ya.  Memang sih harganya agak lebih mahal. Tips-nya, cari pas lagi diskon 80% ????
  8. Syal
    Syal yang panjang dan dililit ternyata kurang cocok buat saya yang lasak ????. Saya lebih suka yang model Cache-cou/neck warmer yang tinggal ‘plung’ dan bisa ditarik ke atas untuk menutupi hidung & mulut saat bersepeda ????WhatsApp Image 2017-10-08 at 11.25.43
  9. Goggle
    Pas winter, saat hujan salju biasanya suhu lebih hangat daripada saat matahari cerah ceria. Nah, suhunya enak buat sepedaan/jalan-jalan. Goggle sangat membantu agar kita tetap bisa ‘melek’ dan melihat dengan baik ???? . Sebenarnya ini perlengkapan buat ski sih ya.. tapi berhubung kami ga punya jaket yang capuchon-nya dilengkapi bulu-bulu, maka pake goggle pun jadi ????

Setelah perlengkapan siap, beberapa tips ini bisa dicoba:

  1. Memakai prinsip bawang merah
    Saat musim dingin, kadang suhu naik turun. Untuk mengantisipasi, sebaiknya kenakan pakaian secara berlapis, daripada pakai 1 tapi tebal ????
    Atasan: Base layer, kaos, mid layer, jaket (mid layer bisa ditambah kalau memang masih terasa dingin)
    Bawahan: base layer, celana panjang biasa, celana winter
    Salah satu keuntungan mengenakan pakaian berlapis adalah saat kita mulai merasa gerah, lapisan bisa dilepas satu per satu. Kalo cuma pake 1 tebel, kalo gerah & langsung dilepas, akan terasa ekstrim beda suhunya ????
  2. Jangan mengenakan pakaian berbahan katun
    Kain katun sangat tidak disarankan karena sifatnya yang mudah menyerap keringat, namun saat musim dingin disini, keringat yang diserap itu  tertahan di kain dan akan membuat kita lebih dingin.
    Saya sih masih suka ngebandel pake jeans ???? , kalau sekiranya ga akan terlalu berkeringat. Misal, ke tempat les prancis. Tapi kalau memang berniat seharian jalan-jalan/sepedaan, biasanya saya pake celana winter.
    Kaos kaki  juga jangan pake yang katun ya. Karena meskipun di luar dingin, kalau kita aktif, biasanya kaki tetap berkeringat.
  3. Bawa cadangan
    Ketika berencana untuk seharian di luar, saya biasanya membawa cadangan sarung tangan dan kaos kaki.
  4. Buat jaga-jaga, sedia hand & foot-warmer
    Biasanya ada di toko perlengkapan outdoor. Harganya sekitar C$1.5-5 per pasang (sekali pakai, bisa digunakan selama 7 jam). Hand & foot-warmer ini bakalan berguna saat kaki dan tangan terasa beku, lalu tak ada tempat untuk menghangatkan diri ????
    WhatsApp Image 2017-10-08 at 11.23.37
    Selama musim dingin, biasanya selalu ada perapian atau saung di tempat-tempat umum. Tapi kalo pas kebetulan ga nemu, ya benda ini bisa membantu.

Nah, udah siap menikmati musim dingin di Kanada yaaa ????

source : https://dudukngopi.wordpress.com/2017/10/06/menikmati-musim-dingin-di-kanada/

Menikmati Salju Gunung Titlis di Swiss

TITLIS adalah nama gunung di gugusan Pegunungan Alpen di Swiss dengan ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut. Mutiara di mahkota Swiss, dan satu-satunya ”glacier” yang dapat diakses masyarakat umum. Ketika berada di puncak gunung bersalju ini, kita dapat menikmati panorama menakjubkan. Hamparan salju melapisi puncak gunung tersebut.

Pengunjung yang akan menikmati panorama salju di puncak Gunung Titlis harus naik cable car dari Engelberg, desa di lembah Pegunungan Alpen. Turis yang mengunjungi negara Swiss pada umumnya diajak operator perjalanan wisata ke Gunung Titlis, selain ke kota tua Lucerne.

Upaya Pemerintah Swiss menjadikan puncak Gunung yang selalu ditutupi salju itu sebagai destinasi wisata dimulai sejak satu abad yang lalu.

TITLIS
Pengelola wisata di Swiss menyediakan cable car (kereta gantung) untuk menuju puncak Gunung yang selalu diselimuti salju.(KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA)

Sejarah cableway Titlis dimulai sejak 1913 ketika kawasan Engelberg mulai dibangun. Cableway pertama yang diresmikan adalah Trubsee pada tahun 1927, lalu menyusul lokasi lainnya yang dimanfaatkan juga oleh para penggemar ski.

Revolving cable car pertama di dunia berfungsi mulai tahun 1992. Melalui cable car yang bisa berputar ini, pengunjung dapat menikmati suasana pegunungan penuh salju dari dalam. Bahkan, setelah di puncak pun, wisatawan dapat menghirup udara segar di atas gunung bersalju tersebut.

Pengelola lokasi wisata Titlis kini menyiapkan cable car baru berkapasitas delapan tempat duduk (dari empat tempat duduk sekarang), yang akan lebih cepat membawa pengunjung langsung dari Engelbert menuju puncak dalam waktu 16 menit!

Di kawasan Titlis, turis juga dapat menikmati olahraga ski mulai Oktober hingga Mei. Pada musim panas, gunung itu surga bagi pendaki dan pencinta kegiatan outdoor.

Pengelola wisata Titlis di Swiss menyediakan cable car (kereta gantung) untuk menuju puncak Gunung Titlis yang selalu diselimuti salju.(KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA)

Bagi warga Eropa, Titlis merupakan tempat berlibur yang mengasyikkan. Engelberg dikembangkan menjadi kawasan berlibur yang menyenangkan. Sampai 2015, pengelola lokasi wisata tersebut membangun apartemen baru.

Es krim di puncak gunung

Jangan khawatir bila perut lapar tetapi jauh di puncak gunung. Pengelola wisata Titlis sudah menyediakan aneka hidangan internasional di restoran dengan panorama gunung bersalju di ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut itu. Pizza yang dibakar dari oven dan pasta khas Italia menjadi makanan favorit di sini.

Dalam cuaca dingin, kita bisa menikmati es krim Movenpick, es krim asli Swiss yang diproduksi grup Nestle. Es krim yang memiliki aneka rasa ini dibuat sejak 1948. ”Kapan lagi menikmati es krim di puncak gunung bersalju?” kata Amel, turis Indonesia yang menikmati sensasi baru dalam hidupnya.

Ribuan turis dari sejumlah negara mengunjungi Titlis setiap hari. Ratusan bus pariwisata berjejer di tempat parkir, di Desa Engelbert yang sering berkabut tersebut.

Ratusan bus pariwisata membawa ribuan wisatawan mancanegara menikmati puncak Gunung yang bersalju di Swiss.(KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA)

Banyak turis Asia memenuhi kawasan wisata di Swiss tersebut. Belasan turis India, misalnya, asyik menikmati hidangan khas India yang dijajakan di salah satu kios.

”Salah satu hotel resort di Titlis dibeli oleh pengusaha India. Jadi, cukup populer bagi masyarakat India,” kata seorang wisatawan asal India memberikan penjelasan mengapa ada kios makanan khas India di sana.

Gunung bersalju tampaknya menjadi destinasi wisata menarik bagi wisatawan Asia yang hidup di negeri tropis. (Robert Adhi KSP)

Liburan Musim Dingin di Prancis, Ini 5 Rekomendasinya – Prancis menawarkan liburan seru bersama keluarga di kala musim dingin tiba. Jika mau ke sana saat musim dingin, berikut pilihan destinasinya.

Musim dingin dan Natal menjadi waktu berkumpul bersama keluarga di akhir tahun. Prancis, dengan suasana musim dingin menawan, meriah oleh lampu-lampu, adanya pasar Natal, serta keluarga yang saling bertukar kado, akan memberikan pengalaman liburan tak terlupa.

Dari sekian banyak destinasi menarik di Prancis, berikut ini adalah  5 tempat Musim Dingin Di Prancis rekomendasi dari Morad Tayebi, Direktur Regional Atout France ASEAN buat menikmati indahnya musim dingin:

1. Paris

(Kenzo Tribouillard/AFP Photo)(Kenzo Tribouillard/AFP Photo)

Liburan ke Prancis tentu tak lengkap tanpa ke Paris. Saat musim dingin, Ibu Kota Prancis ini akan semakin gemerlap oleh lampu-lampu yang bagaikan di negeri dongeng. Wilayah Champs-Elysees misalnya, juga akn dipenuhi dekorasi lampu di pohon-pohonnya.

“Musim dingin merupakan waktu yang menggembirakan, berbagi makanan, belanja, bertukar hadiah. (Di Paris) Waktu Natal kami punya lampu-lampu yang indah dan semuanya,” ujar Morad Tayebi, Direktur Regional Atout France ASEAN dalam perbincangan dengan awak media di Auditorium IFI, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Tak ketinggalan, pasar Natal akan dibuka buat traveler yang mau berbelanja. Objek wisata terkenal seperti Menara Eiffel hingga Museum Louvre yang asyik buat foto-foto juga akan siap menyambut traveler.

2. Lyon

(Thinkstock)(Thinkstock)

Lyon berada di sebelah timur laut Prancis. Ini merupakan kota terbesar kedua di Prancis setelah Paris. Nah, Lyon terkenal dengan kulinernya yang lezat-lezat.

“Lyon ibu kota kulineri di Prancis. Kotanya sendiri masuk dalam warisan Unesco,” kata Morad.

Saat wisata ke Lyon, traveler sebaiknya berkunjung ke Le Vieux Lyon dan mencicipi aneka makanan di restoran tradisional Bouchon. Selain itu, di musim dingin akan digelar festival lampu terbesar di Prancis yaitu Fete des Lumieres. Festival tahunan ini rencananya berlangsung tanggal 7-10 Desember 2017.

 

3. Chamonix

(Thinkstock)(Thinkstock)

Buat traveler yang mau naik gunung bersalju, menjajal ski atau sekadar menikmati pemandangan memesona Pegunungan Alpen Prancis, silakan datang ke Chamonix. Inilah salah satu resor ski paling populer di Prancis.

“Chamonix resor ski paling terkenal di Prancis. Salah satu tempat paling bagus untuk pemandangan Alps. Bisa lihat Mont Blanc dari sana, gunung tertinggi di Eropa,” tutur Morad.

Kalau dari Paris jaraknya sekitar 614 meter dan kamu bisa ke sana naik kereta, bus maupun pesawat. Tergantung pilihan saja. Kalau punya banyak waktu dan ingin lebih menikmati pemandangan selama perjalanan bisa memilih bus.

4. Strasbourg

(Thinkstock)(Thinkstock)

Beralih ke Strasbourg, Ibu Kota wilayah Alsace di bagian timur Prancis. Strasbourg terkenal dengan pasar Natalnya. Makanya tepat sekali kalau wisata kemari kala musim dingin di penghujung tahun.

“Kami punya pasar Natal terbesar, pasar Natal di Strasbourg,” ucapnya.

Pasar Natal di Strasbourg disebut-sebut sebagai yang tertua dan terbesar di Eropa. Dulunya pasar yang pertama kali buka pada tahun 1570 itu terkenal dengan nama Christkindelsmarik. Sejak tahun 1570 sampai sekarang pasar Natal ini selalu hadir setiap tahun.

Banyak yang dijual di sini, mulai dari bretzel yang merupakan roti kepang tebal, d’epices semacam daging asap, hingga pernak-pernik hiasan Natal. Tahun 2017, pasa Natal Strasbourg akan buka pada 24 November sampai 24 Desember.

5. Dijon

(Thinkstock)(Thinkstock)

Satu lagi ada Dijon di Burgundy, sekitar 314 km dari Paris. Tak hanya berbagai sisi kotanya begitu menawan, Dijon punya kekhasan lainnya.

“Dijon mustardnya terkenal,” kata Morad.

Dijon juga punya pasar Natal yang sayang dilewatkan. Ada lebih dari 60 kios yang menjual produk lokal, seperti rotis, mustard, madu, kerajinan tangan hingga mainan anak. Biasanya ada pula area ice skating di sekitar pasar Natal. (rdy/aff)

koper
Tips Persiapan Liburan Musim Dingin di Eropa – Mau ngintip seperti apa daftar pakaian yang saya bawa saat traveling di musim dingin? Nggak terlalu beda dengan saat musim panas, sama-sama hanya membawa 3 set pakaian utama. Bedanya, pada jenis pakaian dan bahannya saja. Jika saat musim panas nggak perlu pakai long-john dan lengan panjang, maka saat musim dingin harus dipilih pakaian yang bahannya lebih hangat.

Baju hangat nggak berarti baju tebal loh. Saat ini di pasaran mudah diperoleh baju hangat yang terbuat dari bahan yang ringan, ringkas, dan bahkan tipis. Memang sih, harganya relatif lebih mahal, namun akan memberi kehangatan dan kenyamanan maksimal selagi winter-trip. Badan hangat, nggak basah/waterproof, dan koper ringkas sehingga membuat mobilitas jadi lebih lancar nggak banyak hambatan.

Nah, ini dia bawaan saya.

bajubaju

Packing list:

  • 3 set long john (inner garment)
  • 3 fleece/kaos lengan panjang
  • 3 legging
  • 3 syal
  • 1 sweater
  • 1 set baju tidur
  • 1 celana panjang kasual
  • 1 down jacket (bulu angsa): hangat, ringan, dan ringkas mudah digulung
  • 1 jacket waterproof dengan hood/penutup kepala (sekalian berfungsi sebagai raincoat)
  • 1 kupluk/penutup kepala dan telinga
  • 1 sarung tangan
  • 3 pasang kaos kaki tebal, 1 pasang khusus untuk tidur biar nggak dingin
  • 1 sepatu waterproof, sol terbuat dari karet yang bergerigi agar tidak terpeleset saat berjalan di salju atau permukaan licin
  • slipper atau sandal hangat untuk di kamar

Toiletries, Kosmetik, dan Obat-obatan:

  • Perlengkapan mandi standar: sabun cair ukuran 100 ml, sampho sachet, pasta gigi ukuran kecil, sikat gigi, dan travel towel
  • Pelembap bibir, body butter/milk, hand cream. Pada saat winter biasanya bibir mudah pecah-pecah karena kering/suhu terlalu dingin.
  • Multivitamin, sehari satu tablet sudah cukup buat menjaga stamina.
  • Norit penawar racun buat jaga-jaga kalau salah makan atau keracunan.
  • Pembalut, daripada beli di sana.
  • Obat-obatan pribadi

Gadget on the go:

  • Digital camera pocket jauh lebih praktis ketimbang bawa DSLR.
  • Ponsel.
  • Power bank
  • Charger kamera dan ponsel
  • Colokan listrik T biar bisa nge-charge batere barengan
packing-cube
Packing Cube Set by Equinox

Sepele, tapi penting:

  • Padlock alias gembok cadangan ukuran kecil saja.
  • Payung lipat atau raincoat. Cuaca di Eropa sering tiba-tiba berubah, mendadak panas dan mendadak hujan silih berganti dalam sehari.
  • Wadah makan kedap yang bisa digunakan untuk microwave. Buat menyimpan sisa jajan, bisa makan di bangku-bangku taman, atau untuk menghangatkan makanan di microwave saat tiba di hotel
  • Dompet koin, karena uang koin sangat sering terpakai di Eropa.
  • Neck pillow atau bantalan leher, biar bisa lebih nyaman tidur di pesawat. Supaya ringkas, bawa yang versi tiup (inflatable).

packing

Nah, semua bawaan di atas saya masukin dalam packing-cube yang terdiri dari 3 pcs, yaitu ukuran kecil (S) untuk pakaian dalam, ukuran sedang (M) untuk syal, kupluk, sarung tangan, kaos kaki, sedangkan ukuran besar (L) digunakan untuk long-john, baju, dan sweater. Sepatu juga saya wadahi sendiri, karena biasanya di pesawat saya lebih suka pakai sandal. Toiletris dan tempat kabel juga sudah punya wadah sendiri.

Oiya, saya juga biasa membawa 1 set packing cube kosong di dalam koper. Supaya jika belanja-belanji, bisa diwadahi dalam packing cube sehingga lebih rapi, ringkas, dan nggak berantakan.

Source : https://eurotrip-matatita.com/2016/12/01/packing-ringkas-di-musim-dingin/

Anda dapat berkunjung langsung ke 3 Cabang Toko Laxmi Tailors terdekat untuk melakukan pembelian. ×
Cara belanja paling MUDAH hanya dengan klik tombol 'BELI'di halaman 'Product List' atau di 'Detail Page' produk yang Anda inginkan, maka produk tersebut akan masuk ke keranjang belanja Anda (Shop Cart). Selanjutnya ikuti langkah demi langkah PERINCIAN BELANJA ANDA : Data Pengiriman ? Cara Pembayaran ? Konfirmasi hingga selesai. ×
Download Aplikasi Androidnya, Instal di Smartphone Anda.dan Andapun bisa melakukan Transaksi dimanapun dan Kapanpun. ×
Punya Pertanyaan seputar produk? Konsultasi langsung hanya dengan klik tombol "Chat With Us" atau dengan email, WhatsUp, BBM, SMS dan Facebook. ×