Wajib Tahu : Yang Harus Anda Tahu Sebelum Liburan ke Eropa

Posted by in Tips on 25 September, 2017 0 comments

Traveling ke Eropa berarti Anda akan mengunjungi tempat yang sangat lain dari Asia. Oleh karena itu sebelum ‘terbang’ ke sana, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu. Berikut pemaparannya.

Ada beberapa hal penting bagi wisatawan sebelum berkunjung ke Eropa. Seperti apa cuacanya, bagaimana cara mengurus visanya, apa mata uangnya, juga bahasanya. Dihimpun detikTravel, Kamis (4/4/2013), berikut 5 hal yang harus Anda tahu sebelum liburan ke Eropa:

1. Visa Schengen

Untuk mengunjungi negara-negara di Eropa, Anda butuh visa Schengen. Visa ini berlaku untuk 25 negara yaitu Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Dengan visa Schengen, traveler bisa keluar-masuk 25 negara tersebut tanpa perlu lagi mengurus visa. Namun lain halnya jika Anda akan berkunjung ke Irlandia dan Britania Raya. Anda bisa membuat aplikasi visa khusus negara tersebut.

Tapi ada juga beberapa negara non-Schengen yang menerima visa Schengen, dengan catatan, harinya terbatas. Asma Nadia, penulis buku Jilbab Traveler yang telah 3 kali berkeliling Eropa mengatakan, ia pernah menyambangi negara-negara non-Schengen menggunakan visa Schengen.

“Bosnia salah satunya, kita bisa masuk sana maksimal 7 hari. Bulgaria juga,” kata Asma saat dihubungi detikTravel.

Cara aplikasinya, datanglah ke kedutaan negara yang pertama kali dituju. Misalnya Italia atau Prancis. Anda bisa mengambil formulir aplikasi visa Schengen, atau mengunduhnya dari situs kedutaan yang bersangkutan. Selanjutnya, isi formulir permohonan dan lengkapi dokumennya.

Beruntung, aplikasi visa Schengen sekarang makin mudah. Traveler Indonesia hanya perlu menunggu 4 hari kerja sampai visa rampung dibuat.

2. Negeri 4 musim

Tidak seperti Indonesia yang hanya punya 2 musim: kemarau dan hujan, Eropa adalah negeri dengan 4 musim. Musim dingin di Eropa biasanya berlangsung bulan Desember-Maret tiap tahunnya. Namun di negara-negara Skandinavia, musim dingin bisa dimulai pada September-Mei. Malam hari biasa lebih panjang dari siang.

Musim semi disebut-sebut sebagai waktu terbaik mengunjungi Eropa. Udara sejuk dan bunga-bunga bermekaran, yakni mulai bulan Maret-Juni. Ini adalah waktu terbaik melihat ladang tulip di Belanda.

Musim panas di Eropa seringkali tidak bisa diprediksi. Terkadang bisa hangat dan menyenangkan, kadang panasnya sampai ubun-ubun. Musim panas di Eropa biasanya dimulai pada Juli sampai akhir Agustus. Saat musim ini, negara-negara eksotis di wilayah Mediterania biasanya dijejali turis.

Terakhir, musim gugur biasanya dimulai tengah September hingga awal Desember. Sama seperti musim semi, temperatur saat musim gugur cukup nyaman untuk traveling. Di beberapa bagian Eropa terutama wilayah utara, panorama hutan dan ladang hijau berubah menjadi cokelat keemasan, daun-daun pun berguguran.

Mengingat perbedaan musim ini, pastikan pakaian yang dibawa sesuai dengan musimnya. Saat musim dingin bawalah lebih banyak jaket, sweater, dan syal untuk menghangatkan badan. Sebaliknya saat musim panas, Anda boleh membawa pakaian berbahan katun yang santai dan celana pendek. Pada musim semi dan gugur, udaranya masih dingin. Ada baiknya Anda membawa sweater tambahan. Asma Nadia mengatakan pentingnya riset kisaran suhu sebelum traveling ke Eropa.

“Riset iklim dulu biar nggak salah kostum. Dingin di Eropa itu berarti dua, dingin udara dan dingin angin. Kalau winter bawanya jaket tebal banget, karena suhunya bisa sampai -27 derajat Celcius. Kalau musim semi dan gugur, biasanya berangin, namun tetap dingin maka bawa jaket tebal juga,” tuturnya.

3. Bahasa dan mata uang

Bahasa mayoritas yang digunakan di Eropa adalah Inggris. Anda boleh menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan warga lokal maupun traveler lain. Namun, tiap negara punya bahasa nasionalnya sendiri.

Bahasa Jerman dan Prancis adalah yang kedua terbanyak digunakan di negara-negara Eropa. Bahasa Jerman digunakan di Liechtenstein, Jerman, Austria, dan Swiss. Sementara bahasa Prancis digunakan di Prancis, Monte-Carlo, Luxemburg, Belgia, dan Swiss.

Ada 11 mata uang yang digunakan di negara-negara Uni Eropa, namun yang paling umum digunakan adalah Euro. Saat ini, 1 Euro adalah sekitar Rp 12.500. Mata uang Euro digunakan oleh 17 negara di Eropa termasuk Prancis dan Jerman.

Selain Euro, beberapa mata uang yang digunakan yakni Poundsterling (Britania Raya & Gibraltar), Krone (Denmark), Koruna (Republik Ceko), Zloty (Polandia), Swiss Franc (Swiss).

4. Cara keliling Eropa

“Yang menarik bagaimana kita menyusun rute sehingga efektif dan nggak bolak-balik,” kata Asma Nadia.

Jauh-jauh ke Eropa, sayang kalau tidak berkeliling benua indah ini. Ada banyak opsi transportasi yang bisa digunakan, dua yang paling favorit adalah maskapai bujet dan kereta api.

Ada puluhan maskapai bujet yang terbang keliling Eropa dan sekitarnya. Yang paling terkenal adalah Ryanair berbasis Irlandia dan EasyJet yang berbasis Britania Raya. Selain itu ada pula Air One berbasis Italia, Vueling berbasis Spanyol, Flybe dan Monarch yang berbasis di Britania Raya, dan Pegassus Airlines yang berbasis di Turki. Masing-masing maskapai punya rute dan harga sendiri, pun sering mengadakan promo harga tiket.

Kalau Anda punya banyak waktu traveling dan ingin melihat lanskap cantik Eropa, kereta adalah pilihan yang tepat. Beberapa kereta yang melewati lanskap terindah Eropa adalah The Chocolate Train di Swiss, The Castles of Britain di Britania Raya, Trans-Siberian Railway di Rusia, juga kereta mewah Venice-Simplon-Orient-Express dari London ke Venesia.

Untuk perjalanan kereta murah, cobalah pakai penyedia layanan tiket terusan InterRail, Rail Europa, atau Eurail. Bukalah situs masing-masing dan rancang sendiri itinerary Anda keliling Eropa. Anda bisa memilih sendiri rute kereta, negara yang akan dilalui, juga lamanya perjalanan. Tentu saja harganya lebih murah karena Anda harus pesan online.

5. Ketahui rute negara berdasarkan minat

Eropa adalah benua yang luas. Memang, tak jarang traveler yang menyambangi puluhan atau bahkan seluruh negara di Eropa. Tapi kalau Anda hanya ingin menjelajah beberapa di antaranya, kenali minat, gaya, dan kebutuhan Anda.

“Ada yang suka banget museum atau sejarah. Ada yang suka fotografi outdoor. Ada yang sukanya belanja,” tutur Asma Nadia.

Beruntung, Eropa bisa dibagi-bagi sesuai minat. Traveler yang suka kota-kota bergaya gothik bisa menyambangi Eropa Timur, seperti Hungaria dan Republik Ceko. Bagi yang suka alam bebas, bisa menyambangi Eropa bagian Utara seperti Norwegia atau Swedia. Traveler yang suka wisata kota boleh menyambangi Eropa Barat seperti Prancis, Jerman, dan Belanda.

“Tapi yang penting, tiap traveler bisa mendapatkan ‘sense’ dari negara-negara itu,” tambah Asma.

(ptr/fay)